Guru merupakan profesi yang mulia dan beraroma kemaslakatan sosial. Berperan di dalam kemajuan anak bangsa menjadi harapan setiap insan. Tidak hanya masuk kelas, bertatap muka dengan anak, memberikan soal, materi, namun guru hrus dapat memberikan contoh yang baik untuk peserta didik. Administrasi pembelajaran merupakan makanan sehari-hari yang tak pernah dirasa seberapa besar, sulit, dan berat. Kedudukan sebagai guru bukanlah untuk main-main melainkan kesuksesan generasi muda ada ditangan sang pendidik.
Mendidik harus memperhatikan aspek-aspek didalamnya dengan penuh ketelitian. Ucapan dan tingkah laku guru selalu diprioritaskan sebagai semboyan jawa yang selalu terkenang yaitu guru/ digugu lan ditiru. Seperti kisah yang diangkat oleh media masa merdeka.com mengenai perjalanan Ki Hajar Dewantara Alias Raden Mas Soewardi Soerjaningrat dalam memberikan kemajuan kepada bangsa Indonesia di dalam bidang pendidikan. Ki Hajar Dewantara juga seorang guru sekaligus pendiri perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Ki Hajar Dewantara yang memperoleh sebutan sebagai bapak pendidikan ini memiliki semboyan yang menjadi salah satu kontribusi positif bagi pendidikan di Indonesia. Semboyan tersebut berbunyi “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani”.
Ing Ngarso Sung Tulodo
Dilihat dari asal katanya, maka ing ngarso sung tuladho itu berasal dari kata ing ngarso yang diartikan di depan, sung (lngsun) yang artinya saya, dan kata tulodo yang artinya tauladan. Dengan demikian arti dari semboyan ki Hajar Dewantara yang pertama ini adalah ketika menjadi pemimpin atau seorang guru harus dapat memberikan suri tauladan untuk semua orang yang ada disekitarnya.
Ing Madyo Mbangun Karso
Dari asal katanya, maka Ing Madyo Mbangun Karso berasal dari kata Ing Madyo yang diartikan di tengah-tengah, Mbangun yang memiliki arti membangkitkan dan karso yang memiliki arti bentuk kemauan atau niat.
Dengan demikian makna dari semboyan Ki Hajar Dewantara yang kedua ini adalah seorang guru di tengah-tengah kesibukannya diharapkan dapat membangkitkan semangat terhadap peserta didiknya.
Tut Wuri Handayani
Dari asal katanya, Tut Wuri Handayani, dirangkai dari kata tut wuri yang memiliki arti mengikuti dari belakang da kata handayani yang memilki arti memberikan motivasi atau dorongan semangat. Dengan demikian semboyan ki Hajar Dewantara yang ketiga ini memiliki makna bahwa seorang guru diharapkan dapat memberikan suatu dorongan moral dan semangat kepada peserta didik ketika guru tersebut berada di belakang.

No comments:
Post a Comment