PUISI GURU
pagi itu kulangkahkan kaki dan tak lupa berdoa
ku dorong kuda besi tua itu menuju garasi luar
mencoba menghidupkan tanpa rasa penyesal
karena hanya untuk anak-anak generasi bangsa
bangsa Indonesia ku belajar dari KI HAJAR DEWANTARA
jalanan berkabut menyapa tanpa menghalang lajuku
sesekali menembus pori pelindung raga tanpa jeda
deringan laju kendara tak hanya satu
puluhan bahkan ratusan tak henti dibelakang maupun didepan
pagiku berkesan untuk mendidik generasi harapan bangsa
pagi itu kulangkahkan kaki dan tak lupa berdoa
ku dorong kuda besi tua itu menuju garasi luar
mencoba menghidupkan tanpa rasa penyesal
karena hanya untuk anak-anak generasi bangsa
bangsa Indonesia ku belajar dari KI HAJAR DEWANTARA
jalanan berkabut menyapa tanpa menghalang lajuku
sesekali menembus pori pelindung raga tanpa jeda
deringan laju kendara tak hanya satu
puluhan bahkan ratusan tak henti dibelakang maupun didepan
pagiku berkesan untuk mendidik generasi harapan bangsa

No comments:
Post a Comment