Wednesday, August 7, 2019

Trash Love Upcycling

Trash Love Upcycling  


Reusing is an approach to individuals for the rubbish issues. Consistently Indonesia produces no less than million ton trash. The trash is sent to landfills, where a large portion of them dirty the area and air. As an aftereffect of reusing, rubbish that would have been discarded are reused rather in new items.

1. What Gets Recycled

There are numerous things that can be reused including natural and inorganic trash. A few specialties can be produced using inorganic refuse, for example, glass, containers, paper, magazines, and plastics. Inorganic rubbish likewise can be useful for individuals. Fertilizing the soil is a decent case in reusing. It includes sparing certain nourishment squanders and blending them with leaves and grass. This procedure will make a supplement rich blend that can be helpful for planting. Indeed, even water additionally can be reused. It must be decontaminated and cleaned at a waste-water treatment plant before it is reused.

2. Sorts of reusing.

There two sorts of reusing. They are inner and outside. A case of inward reusing is the reusing of waste items from assembling inside of the same processing plant. For instance, when copper tubing is being made, the finishes of tubes are trimmed. These copper closures will be dissolved down and used to make new tubing.

In outside reusing, individuals can gather recyclable materials. Recyclables will be conveyed to reusing offices, where it will be cleaned, sorted, and arranged to be sold. At that point the businesses purchase the material and use it to make new items.

3. The Importance of Recycling

The legislatures and gathering of individuals that attempt to ensure the earth must urge individuals to reuse. They need to give a recognition that reusing is critical for their life. It can decreases contamination of air, land, and water. In this way, individuals will acknowledge and attempt to reuse the discarded materials.the thrown away materials.

Sunday, August 4, 2019

Belajar itu mudah

Trik-trik Mengatasi Kesulitan Belajar



Tugas pendidik atau guru adalah mempersiapkan generasi bangsa agar mampu menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya dikemudian hari sebagai khalifah Allah di bumi. Dalam menjalankan tugas ini pendidikan berupaya mengembangkan potensi (fitrah) sebagai anugrah Allah yang tersimpan dalam diri anak, baik yang bersifat jasmaniah maupun ruhaniah, melalui pembelajaran sebuah pengetahuan, kecakapan, dan pengalaman berguna bagi hidupnya. Dengan demikian pendidikan yang pada hakekatnya adalah untuk memanusiawikan manusia memiliki arti penting bagi kehidupan anak. Hanya pendidikan yang efektif yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan mengantarkan anak survive dalam hidupnya.
Secara umum guru berarti orang yang dapat menjadi anutan serta menjadikan jalan yang baik demi kemajuan. Sejak berlakunya kurikulum 1995, pengertian guru mengalami penyempurnaan, menurut kurikulum 1995 ialah “Guru adalah perencana dan pelaksana dari sistem pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”. Guru adalah pihak utama yang langsung berhubungan dengan anak dalam upaya proses pembelajaran, peran guru itu tidak terlepas dari keberadaan kurikulum.
Peranan guru sangat penting dalam pelaksanaan proses pembelajaran, selain sebagai nara sumber guru juga merupakan pembimbing dan pengayom bagi para murid yang ada dalam suatu kelompok belajar. hal tersebut sesuai dengan ungkapan T. Rustandy (1996 : 71) yang mengatakan bahwa : Guru memegang peranan sentral dalam proses pembelajaran, memiliki karakter dan kepribadian masing-masing yang tercermin dalam tingkah laku pada waktu pelaksanaan proses pembelajaran. Pola tingkah laku guru dalam proses pembelajaran biasanya ditiru oleh siswa dalam perjalanan hidup sehari-hari, baik di lingkungan keluarga ataupun masyarakat, karena setiap siswa mempunyai keragaman dalam hal kecakapan maupun kepribadian. Keragaman kecakapan dan kepribadian ini mempengaruhi terhadap situasi yang dihadapi dalam proses pembelajaran.
Tetapi menurut Brenner (1990) sebenarnya pendidikan anak prasekolah terefleksi dalam alat-alat perlengkapan dan permainan yang tersedia, cara perlakuan guru terhadap anak, adegan dan desain kelas, serta bangunan fisik lainnya yang disediakan untuk anak. (M. Solehuddin, 1997 : 55).
Adapun syarat-syarat bagi guru pada umumnya, termasuk di dalamnya guru agama, telah tercantum dalam Undang-Undang Pendidikan dan Pengajaran Nomor 4 Tahun 1950 Bab X Pasal 15 yang berbunyi :
“Syarat utama menjadi guru selain ijazah dan syarat-syarat lain mengenai kesehatan jasmani dan rohani, ialah sifat-sifat yang perlu untuk dapat memberikan pengajaran”. (Zuhairini, 1983 :35).
Beberapa cara mengatasi kesulitan dalam belajar dapat dilakukan dengan cara belajar yang efektif dan efisien. Cara demikian merupakan problematika yang perlu mendapatkan perhatian cukup serius. Orang tua dan Guru Kelas kerap kali memberikan saran-saran kepada siswa agar rajin belajar karena rajin adalah pangkal cerdas. Orang cerdas akan mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan perkembangan zaman yang serba kompleks.

Berikut ini beberapa alternatif dalam kesulitan belajar :

1. Observasi Kelas
Pada tahap ini observasi kelas dapat membantu mengurangi kesulitan dalam tingkat pelajaran, misalnya memeriksa keadaan secara fisik bagaimana kondisi kelas dalam kegiatan belajar, cukup nyaman, segar, sehat dan hidup atau tidak. Kalau suasana kelas sangat nyaman, tenang dan sehat, maka itu semua dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih semangat lagi.

2. Pemeriksaan Alat Indera
Dalam hal ini dapat difokuskan pada tingkat kesehatan siswa khusus mengenai alat indera. Diupayakan minimal dalam sebulan sekali pihak sekolah melakukan tes atau pemeriksaan kesehatan di Puskesmas / Dokter, karena tingkat kesehatan yang baik dapat menunjang pelajaran yang baik pula. Maka dari itu, betapa pentingnya alat indera tersebut dapat menstimulasikan bahan pelajaran langsung ke diri individu.

3. Teknik Main Peran
Disini, seorang guru bisa berkunjung ke rumah seorang murid. Di sana seorang guru dapat leluasa melihat, memperhatikan murid berikut semua yang ada di sekitarnya. Di sini guru dapat langsung melakukan wawancara dengan orang tuanya mengenai kepribadian anak, keluarga, ekonomi, pekerjaan dan lain-lain. Selain itu juga, guru bisa melihat keadaan rumah, kondisi dan situasinya dengan masyarakat secara langsung.

4. Tes Diagnostik Kecakapan/Tes IQ/Psikotes
Dalam hal ini seorang guru dapat mengetahui sejauh mana IQ seseorang dapat dilihat dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan praktis dan sederhana. Dengan latihan psikotes dapat diambil beberapa nilai kepribadian siswa secara praktis dari segi dasar, logika dan privasi seseorang.

5. Menyusun Program Perbaikan
Penyusunan program hendaklah dimulai dari segi pengajar dulu. Seorang pengajar harus menjadi seorang yang konsevator, transmitor, transformator, dan organisator. Selanjutnya lengkapilah beberapa alat peraga atau alat yang lainnya yang menunjang pengajaran lebih baik, karena dengan kelengkapan-kelengkapan yang lebih kompleks, motivasi belajarpun akan dengan mudah didapat oleh para siswa.
Hendaklah semua itu disadari sepenuhnya oleh para pengajar sehingga tidak ada lagi kendala dan hambatan yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar. Selain itu tingkat kedisiplinan yang diterapkan di suatu sekolah dapat menunjang kebaikan dalam proses belajar. Disiplin dalam belajar akan mampu memotivasi kegiatan belajar siswa.

Alternatif lain yang dapat diambil guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswanya. Akan tetapi sebelum pilihan tertentu diambil, guru sangat diharapkan untuk terlebih dahulu melakukan beberapa langkah berikut ini :
a. Menganalisis hasil diagnosis, yakni menelaah bagian-bagian masalah dan hubungan antar bagian tersebut untuk memperoleh pengertian yang benar mengenai kesulitan belajar yang dihadapi siswa.
b. Mengidentifikasi dan menentukan bidang kecakapan tertentu yang memerlukan adanya perbaikan.
c. Menyusun program perbaikan.

Dalam menyusun program pengajaran perbaikan diperlukan adanya ketetapan sebagai berikut :
a. Tujuan pengajaran remedial
Contoh dari tujuan pengajaran remedial yaitu siswa dapat memahami kata “tinggi”, “pendek” dan “gemuk” dalam berbagai konteks kalimat.
b. Materi pengajaran remedial
Contoh materi pengajaran remedial yaitu dengan cara lebih khusus dalam mengembangkan kalimat-kalimat yang menggunakan kata-kata seperti di atas.
c. Metode pengajaran remedial
Contoh metode pengajaran remedial yaitu dengan cara siswa mengisi dan mempelajari hal-hal yang dialami oleh siswa tersebut dalam menghadapi kesulitan belajar.
d. Alokasi waktu
Contoh alokasi waktu remedial misalnya waktunya Cuma 60 menit.
e. Teknik evaluasi pengajaran remedial
Contoh teknik evaluasi pengajaran remedial yaitu dengan menggunakan tes isian yang terdiri atas kalimat-kalimat yang harus disempurnakan, contohnya dengan menggunakan kata tinggi, kata pendek, dan kata gemuk.
Selanjutnya untuk memperluas wawasan pengetahuan mengenai alternatif-alternatif atau cara-cara pemecahan masalah kesulitan belajar siswa, guru sangat dianjurkan mempelajari buku-buku khusus mengenai bimbingan dan penyuluhan. Selain itu, guru juga sangat dianjurkan untuk mempertimbangkan penggunaan model-model mengajar tertentu yang dianggap sesuai sebagai alternatif lain atau pendukung cara memecahkan masalah kesulitan belajar siswa.
Keaktifan siswa tidak hanya dituntut dari segi fisik, tetapi juga dari segi kejiwaan. Bila hanya fisik anak yang aktif, tetapi fikiran dan mentalnya kurang aktif, maka kemungkinan besar tujuan pembelajaran tidak tercapai. Ini sama halnya dengan siswa tidak belajar, karena siswa tidak merasakan perubahan di dalam dirinya, padahal pada hakekatnya belajar adalah “perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang yang telah berakhirnya melakukan aktivitas belajar.
Penerapan sikap dan pembentukan kepribadian pada diri siswa harus dioptimalkan, mengingat keberhasilan suatu proses pembelajaran bukan diukur oleh adanya penambahan dan perubahan pengetahuan serta keterampilan saja, namun nilai sikap harus terakomodasi, sebab dengan perubahan sikap akan menentukan terhadap perubahan kognitif ataupun psikomotor.
Sama halnya dengan belajar, mengajar pun pada hakekatnya adalah suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. Pada tahap berikutnya mengjar adalah proses memberikan bimbingan, bantuan kepada siswa dalam melakukan proses belajar.
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah interaksi antara guru dengan peserta didik dan antara peserta didik dengan peserta didik lainnya, serta dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada diri peserta didik. Agar proses belajar mengajar tersebut berlangsung secara efektif selain diperlukan alat peraga sebagai pelengkap yang digunakan guru dalam berinteraksi dengan peserta didik diperlukan pula aturan dan tata tertib yang baku agar dalam pelaksanaannya teratur dan tidak menyimpang.
Dari hakikat proses belajar mengajar, pembelajaran merupakan proses komunikasi, maka pembelajaran seyogyanya tidak atraktip melainkan harus demokrasi. Siswa harus menjadi subjek belajar, bukan hanya menjadi pendengar setia atau pencatat yang rajin, tetapi siswa harus aktif dan kreatif dalam berbagai pemecahan masalah. Dengan demikian guru harus dapat memilih dan menentukan pendekatan dan metode yang disesuaikan dengan kemampuannya, kekhasan bahan pelajaran, keadaan sarana dan keadaan siswa.

Tuesday, July 30, 2019

Administrasi guru

PLPG

Guru adalah profesi yang mulia, guru umumnya merujuk pada pendidik yang profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi. secara formal guru adalah seorang pengajar baik di sekolah negeri maupun swasta. Guru memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal sarjanan. Oleh karena itu, muncullah ketetapan hukum yang sah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku.
Guru dituntut menjadi pengajar profesional dengan berbagai administrasi yang perlu disiapkan. Kelengkapan administrasi pembelajaran sangat penting disiapkan guru agar pembelajaran yang dilakukan menjadi menyenangkan, dan mengundang siswa untuk aktif di dalamnya. Guru dan siswa sama-sama belajar.
 Berikut berbagai macam administrasi guru yang menjadi pokok dalam pembelajaran peserta didik.

1. Program Mingguan
Program mingguan adalah suatu program yang memuat rancangan atau program yang direncanakan untuk pembelajaran.

2. Pemetaan Kompetensi Dasar
3. Silabus dan RPP
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Silabus bisa dikembangkan sendiri sesuai kearifan lokal daerah masing-masing.
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus.


Thursday, July 25, 2019

PUISI GURU

PUISI GURU


pagi itu kulangkahkan kaki dan tak lupa berdoa
ku dorong kuda besi tua itu menuju garasi luar
mencoba menghidupkan tanpa rasa penyesal
karena hanya untuk anak-anak generasi bangsa
bangsa Indonesia ku belajar dari KI HAJAR DEWANTARA

jalanan berkabut menyapa tanpa menghalang lajuku
sesekali menembus pori pelindung raga tanpa jeda
deringan laju kendara tak hanya satu
puluhan bahkan ratusan tak henti dibelakang maupun didepan
pagiku berkesan untuk mendidik generasi harapan bangsa 

guruku dimana??

Guru merupakan profesi yang mulia dan beraroma kemaslakatan sosial. Berperan di dalam kemajuan anak bangsa menjadi harapan setiap insan. Tidak hanya masuk kelas, bertatap muka dengan anak, memberikan soal, materi, namun guru hrus dapat memberikan contoh yang baik untuk peserta didik. Administrasi pembelajaran merupakan makanan sehari-hari yang tak pernah dirasa seberapa besar, sulit, dan berat. Kedudukan sebagai guru bukanlah untuk main-main melainkan kesuksesan generasi muda ada ditangan sang pendidik.

Mendidik harus memperhatikan aspek-aspek didalamnya dengan penuh ketelitian. Ucapan dan tingkah laku guru selalu diprioritaskan sebagai semboyan jawa yang selalu terkenang yaitu guru/ digugu lan ditiru. Seperti kisah yang diangkat oleh media masa merdeka.com mengenai perjalanan Ki Hajar Dewantara Alias Raden Mas Soewardi Soerjaningrat dalam memberikan kemajuan kepada bangsa Indonesia di dalam bidang pendidikan. Ki Hajar Dewantara juga  seorang guru sekaligus pendiri perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Ki Hajar Dewantara yang memperoleh sebutan sebagai bapak pendidikan ini memiliki semboyan yang menjadi salah satu kontribusi positif bagi pendidikan di Indonesia. Semboyan tersebut berbunyi “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani”.
                                                     Ing Ngarso Sung Tulodo 
Dilihat dari asal katanya, maka ing ngarso sung tuladho itu berasal dari kata ing ngarso yang diartikan di depan, sung (lngsun) yang artinya saya, dan kata tulodo yang artinya tauladan. Dengan demikian arti dari semboyan ki Hajar Dewantara yang pertama ini adalah ketika menjadi pemimpin atau seorang guru harus dapat memberikan suri tauladan untuk semua orang yang ada disekitarnya. 

                                                    Ing Madyo Mbangun Karso 
Dari asal katanya, maka Ing Madyo Mbangun Karso berasal dari kata Ing Madyo yang diartikan di tengah-tengah, Mbangun yang memiliki arti membangkitkan dan karso yang memiliki arti bentuk kemauan atau niat. 
Dengan demikian makna dari semboyan Ki Hajar Dewantara yang kedua ini adalah seorang guru di tengah-tengah kesibukannya diharapkan dapat membangkitkan semangat terhadap peserta didiknya. 
       
                                                    Tut Wuri Handayani 
Dari asal katanya, Tut Wuri Handayani, dirangkai dari kata tut wuri yang memiliki arti mengikuti dari belakang da kata handayani yang memilki arti memberikan motivasi atau dorongan semangat. Dengan demikian semboyan ki Hajar Dewantara yang ketiga ini memiliki makna bahwa seorang guru diharapkan dapat memberikan suatu dorongan moral dan semangat kepada peserta didik ketika guru tersebut berada di belakang.

Monday, July 8, 2019

Hidup Sehat ZamanMillenial



Cara pola hidup sehat memang sangatlah penting dan harus dilakukan.


Gaya hidup yang tidak sehat apabila dilakukan setiap hari, maka bisa merugikan kesehatan. Memang, untuk mengubah kebiasaan bukanlah perkara mudah. Namun, jika didasari oleh niat untuk menjalani cara pola hidup seha, pengorbanan harus dilakukan. Siapa pun pasti ingin sehat, tapi ketika diminta menjalani gaya hidup sehat yang benar, belum tentu semua mau menjalaninya. Biasanya, keengganan itu muncul karena anggapan kalau cara pola hidup sehat sulit dijalani, dan tidak menyenangkan. Kendati tidak mudah dilakukan, pola hidup sehat memiliki sangat banyak manfaat, seperti membantu kamu menghindari kelebihan berat badan, memperbaiki suasana hati, mencegah terjadinya beragam penyakit, serta dapat meningkatkan energi kamu. Jika cara pola hidup sehat diterapkan secara teratur sudah pasti akan berujung pada baiknya kualitas hidup dan kualitas kesehatan. Adapun cara yang dilakukan supaya hidup kita sehat;

A.    Makan bergizi dan seimbang
Makan secara sehat dan seimbang merupakan cara pola hidup sehat yang utama. Mengonsumsi makanan dengan asupan gizi yang baik menjadi syarat utama bila hidup kita ingin sehat.  Makanan sehat sehari-hari wajib mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Karbohidrat dan lemak berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh. Protein juga tidak kalah penting untuk menjaga fungsi enzim, sel-sel, dan senyawa dalam tubuh agar dapat bermetabolisme dengan optimal. Jangan lupa untuk mengkonsumsi serat. Serat dan air putih dapat membantu melancarkan pembuangan sisa-sisa makanan dan zat-zat berbahaya dari dalam tubuh. Selain itu perhatikan juga cara memasaknya agar tidak merusak zat gizinya.
Jika kamu memiliki kebiasaan pola makan yang tidak sehat, kamu perlu mendata semua makanan yang dikonsumsi setiap hari. Catatan ini bermanfaat untuk menjadi pengingat agar kamu membatasi konsumsinya. Disarankan untuk mengonsumsi beragam buah dan sayuran setidaknya sembilan porsi dalam sehari sebagai bagian dari pola hidup sehat.

B.     Makan dan minum sealami mungkin
Menghindari minuman yang mengandung bahan pengawet itu baik. Saat ini sangat banyak makanan dan minuman hasil dari olahan pabrik. Begitu banyak makanan dan minuman yang kini diproduksi oleh industri, di mana produksi dilakukan secara masal, proses produksi yang panjang memerlukan waktu yang lama untuk sampai pada konsumen. Hal ini menyebabkan makanan dan minuman tersebut membutuhkan bahan pengawet. Sebagai cara pola hidup sehat, mulailah untuk menggunakan bahan pangan alami.Cara pola hidup sehat lain yang bisa kamu lakukan adalah berhenti mengonsumsi fast food, minuman soda, alkohol, serta makanan yang mengandung banyak lemak tak sehat lainnya, seperti gorengan.

Wednesday, July 3, 2019

The importance of protecting the environment



“The importance of protecting the environment”

Plants, individuals, creatures and nature are association. Plants require a decent domain for developing, creatures need plants to eat, and human need everything to survive. Everything went as regular until the human who devastating it. Nobody of living things on the earth who can crushing it with the exception of the human.

Globalization might as of now be well known to you . Globalization can quicken the rate of economy anyplace. Innovation created throughout the years turn into an apparatus that can without much of a stretch human works. Indeed, even to bolster it numerous new advances are conceived for instance a PC. Lamentably, the velocity of current mechanical change not took after by ensuring consciousness of encompassing environment. Monstrous oil penetrating brought on by the human vehicle is expanding alongside expanding human populaces from year to year. At long last, the waste delivered from the vehicles, get to be one of the fundamental variables dirtied air around us. A ton of natural harm that we regularly listen, for instance, a worldwide temperature alteration ,corrosive downpour, nursery impact, ecological contamination et cetera.



The nursery impact created by extreme carbon dioxide gas and causes a dangerous atmospheric devation makes the earth more sultry. The following marvel is corrosive downpour, in spite of the fact that it can avoid an unnatural weather change however corrosive downpour is more perilous. people are the primary driver ! Begin From now we should keep our surroundings for our grandchildren one day later. since regardless of how little function you do, will be felt by our youngsters and grandchildren one day later.


Reusing is an approach to individuals for the rubbish issues. Consistently Indonesia produces no less than million ton trash. The trash is sent to landfills, where a large portion of them dirty the area and air. As an aftereffect of reusing, rubbish that would have been discarded are reused rather in new items.


What Gets Recycled

There are numerous things that can be reused including natural and inorganic trash. A few specialties can be produced using inorganic refuse, for example, glass, containers, paper, magazines, and plastics. Inorganic rubbish likewise can be useful for individuals. Fertilizing the soil is a decent case in reusing. It includes sparing certain nourishment squanders and blending them with leaves and grass. This procedure will make a supplement rich blend that can be helpful for planting. Indeed, even water additionally can be reused. It must be decontaminated and cleaned at a waste-water treatment plant before it is reused.

Sorts of reusing.

There two sorts of reusing. They are inner and outside. A case of inward reusing is the reusing of waste items from assembling inside of the same processing plant. For instance, when copper tubing is being made, the finishes of tubes are trimmed. These copper closures will be dissolved down and used to make new tubing.

In outside reusing, individuals can gather recyclable materials. Recyclables will be conveyed to reusing offices, where it will be cleaned, sorted, and arranged to be sold. At that point the businesses purchase the material and use it to make new items.

The Importance of Recycling

The legislatures and gathering of individuals that attempt to ensure the earth must urge individuals to reuse. They need to give a recognition that reusing is critical for their life. It can decreases contamination of air, land, and water. In this way, individuals will acknowledge and attempt to reuse the discarded materials.the thrown away materials

TUGAS LIBURAN KELAS VIII